Selasa, 18 Juni 2024
Niko Apriliani.SH sedang menunggu client
Niko Apriliani.SH sedang menunggu client

Pemimpin Perlu Modal Bakat dan Pengalaman Begini Tanggapan Niko Apriliandi SH

23des
Niko Apriliandi.SH sedang dengan tim advokasi

Cianjur – eskoncer.com – Tidak setiap orang ditakdirkan dengan bakat menjadi seorang pemimpin. Namun, untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan hanya mengandalkan bakat semata, tetapi juga pengalaman. Hal itu dikemukakan oleh Niko Apriliandi SH sebagai ketua umum social Justice Nusantara yang beralamat dikampung Pasir Sinargalih,Desa Mekargalih,Kecamatan Ciranjang,Kabupaten Cianjur Jawa Barat pada Sabtu Malam (26/8/2023)

Niko mengaku tidak menyangka diberi kesempatan untuk menjadi ketua umum Padahal, ketika sekolah di Fakultas Hukum Surya Kancana dulu, hanya menuruti keinginan sang ayah. “Ayah saya ingin saya sekolah saja, setelah selesai sekolah ayah saya kamu harus bisa” kenang Niko yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Suryakancana Cianjur.

Bagi Niko, menjadi Ketua Umum tidak bisa dibangun dari bangku sekolah, namun berasal dari pengalaman hidup. “Orang itu bisa memimpin dengan baik, setengahnya bakat dan setengahnya pengalaman hidup. Bila Anda tak punya bakat maka Anda harus mencari pengalaman,” paparnya.

Menjadi Ketua Umum Sosial justice, menurut Niko, tak ubahnya seperti seorang seniman. Ia mengibaratkan seorang pelukis, seorang seniman lukis bisa melukis dengan baik karena sudah ada bakat yang dimilikinya. “Kalau tidak, ya, paling hanya gambar dua gunung dan matahari di tengah,” kata Niko.

Apabila kepemimpinan yang hanya mengandalkan popularitas tanpa disertai bakat dan pengalaman maka akan berdampak pada hasil kinerja yang buruk. “Menjadi pemimpin mengandalkan popularitas umumnya hasilnya akan selalu buruk,” katanya.

Seorang pemimpin yang baik harus mampu memberikan contoh serta menyampaikan visi dengan baik. Namun, sebaiknya visi yang disampaikan itu setidaknya bersifat sederhana dan mudah dimengerti oleh orang lain. “Visi itu bisa dimengerti oleh pengikut Anda,” ungkapnya.

Niko menceritakan pengalamannya saat diberikan amanah hampir dua tahun lebih lalu

Berjumlah sekitar 50 orang yang sudah pernah mendampingi berbagai kasus”ungkapnya

Menurut Niko dalam memimpin sebuah organisasi ia selalu terbiasa membuat target jangka pendek dan mudah untuk dilakukan. “Bikin target yang mudah ada hasilnya agar orang jadi bersemangat

Zun/Ben

23des

Baca Juga

Bandar Sabu-sabu Asal Purun Timur Dibekuk Polisi
GMS-I meminta KAPOLRI Untuk menangkap DIRUT PT WIL DAN PT BPS atas dugaan Ilegal Mining
Mendesak KEJAGUNG RI segera Menetapkan Tersangka Dirut PT WIL dan PT BPS.
PJ BUPATI MUNA BARAT RESMI DI LAPORKAN DI KPK
Para kepala Desa Se – kabupaten Purwakarta mengikuti “Sosialisasi Anti Korupsi
Palembang, PALI-eskoncer.com- Seorang pria berusia 28 tahun warga asal Dusun III Desa Betung, Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Unit Reskrim Polsek Penukal Abab Polres PALI. Pria yang bernama Imam Arifin ini ditangkap Polisi, lantaran diduga terlibat kasus Tindak Pedana Pencurian hewan ternak sapi milik warga Dusun II Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Penukal Abab IPTU Arzuan SH, didampingi IPDA Aidil Fitriansyah membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku tersebut. Menurutnya, penangkapan terhadap terduga pelaku itu berdasarkan laporan dari pemilik hewan ternak sapi dengan LP/B/ 73 /X/2023/SPKT/Polsek Penukal Abab/Polres Pali/Polda Sumsel, tanggal 27 Oktober 2023. ” Kejadiannya pada Pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023, sekira pukul 16.00 wib di pinggir sungai di kebun pelapor,” kata Kapolsek Penukal Abab, Selasa (31/10/23). Dikatakannya, Tindak Pidana Pencurian itu berawal, ketika pelapor menggembala ternak sapi sebanyak tiga ekor dipinggir sungai tepatnya di kebun milik pelapor sendiri. Setelah ketiga sapi tersebut diikatkan pemiliknya disebuah kayu, dengan cara ditancapkan ke tanah, kemudian pelapor meninggalkan 3 (tiga) ekor hewan ternak sapi tersebut pulang. Sekitar pukul 16.00 Wib, lanjutnya, pelapor kembali ketempat dimana hewan ternak sapi diikat untuk dibawa pulang, namun sialnya ketika tiba ditempat yang dituju ternyata sapi itu hilang satu, dan diduga dicuri orang. ” Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materiil senilai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan melaporkan kejadian ke Polsek Penukal Abab untuk ditindak lanjuti,” jelasnya. Setelah mendapatkan laporan dari pihak korban, Kapolsek Penukal Abab IPTU ARZUAN, S.H memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Aidil Fitriansyah beserta anggota Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui terduga pelaku Pencuri sapi itu bernama Imam Arifin warga asal Dusun III Desa Betung, dan Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab langsung melakukan penangkapan. ” Setelah diintrogasi, diduga pelaku ini mengakui bahwa dirinya yang telah melakukan pencurian 1 (satu) ekor sapi di pinggir sungai itu,” ujar Kapolsek lagi. Ditegaskannya, sementara barang bukti berupa sapi tersebut belum sempat dijual oleh terduga pelaku, posisinya masih disembunyikan oleh terduga pelaku yang tidak jauh dari tempat kejadian.[MTahan]
Diduga Tadah Barang Curian, Warga Betung Barat Diringkus Polisi
Satnarkoba Polres PALI Sita 10,05 Gram Sabu dan Belasan Pil Ekstasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemimpin Perlu Modal Bakat dan Pengalaman Begini Tanggapan Niko Apriliandi SH
- oleh Admin dibaca dalam: 5 menit