Senin, 27 Mei 2024
Foto: penyulingan minyak ilegal yang di tindak tim polda sumsel
Foto: penyulingan minyak ilegal yang di tindak tim polda sumsel

Kapolres Muratara Berikan Ultimatum Tegas Bagi Penyuling Minyak Ilegal yang Masih Beroperasi

23des

MURATARA,-Sumsel- Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani SIK.MH kembali mengeluarkan ultimatum terhadap pelaku penyulingan minyak ilegal yang masih beroperasi, 22/08/2023

Pihaknya menegaskan, jika sudah diimbau, namun pelaku tetap melakukan aktivitas ilegal, maka akan segera dilakukan penindakan.
Kapolres dalam pamflet imbauanya menegaskan “Terhitung dimulainya imbauan ini terpasang, apabila tidak segera menutup (penyulingan minyak mentah, red) maka penindakan akan dilakukan tim Polda Sumsel”.

AKBP Koko Arianto Wardani disampaikan Kasi Humas Polres Muratara AKP Baruanto, AS, mengungkapkan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masih terlibat dalam penyulingan dan perdagangan minyak ilegal untuk segera menghentikan aktivitas tersebut. Kegiatan ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan,” ungkapnya.

Jika penyulingan dan perdagangan minyak ilegal ini tetap berlanjut, pihak Kepolisian akan melaksanakan tindakan tegas, sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami tidak segan melakukan penindakan terhadap siapapun yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini. Tapi kita keluarkan dulu imbauan, jika masih tetap beroprasi langsung kita tindak,” bebernya.

Menurut dia, minyak ilegal atau yang dikenal juga sebagai minyak tanah ilegal di Muratara adalah produk yang tidak lolos uji kelayakan dan pengawasan pemerintah, serta tidak memiliki izin

Penggunaan minyak ilegal bisa menimbulkan bahaya, seperti ledakan dan pencemaran udara yang berpotensi membahayakan jiwa manusia dan lingkungan.

“Masyarakat diimbau untuk melapor kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyulingan atau perdagangan minyak ilegal, di sekitar lingkungannya,” tutupnya.

Informasi dihimpun, kegiatan penyulingan minyak ilegal di Kabupaten Muratara, sudah berlangsung sejak era kolonial belanda. Artinya kegiatan ini sudah dimulai sebelum kemerdekaan RI.

AD warga Kecamatan Rawas Ilir, mengungkapkan jika saat ini banyak lokasi penyulingan tersembunyi di Muratara namun ada juga yang terang terangan, seperti di Desa Pantai, Kecamatan Rupit.
[M.TAHAN]

23des

Baca Juga

Bandar Sabu-sabu Asal Purun Timur Dibekuk Polisi
GMS-I meminta KAPOLRI Untuk menangkap DIRUT PT WIL DAN PT BPS atas dugaan Ilegal Mining
Mendesak KEJAGUNG RI segera Menetapkan Tersangka Dirut PT WIL dan PT BPS.
PJ BUPATI MUNA BARAT RESMI DI LAPORKAN DI KPK
Para kepala Desa Se – kabupaten Purwakarta mengikuti “Sosialisasi Anti Korupsi
Palembang, PALI-eskoncer.com- Seorang pria berusia 28 tahun warga asal Dusun III Desa Betung, Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Unit Reskrim Polsek Penukal Abab Polres PALI. Pria yang bernama Imam Arifin ini ditangkap Polisi, lantaran diduga terlibat kasus Tindak Pedana Pencurian hewan ternak sapi milik warga Dusun II Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Kapolres PALI AKBP Khairu Nasrudin, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Penukal Abab IPTU Arzuan SH, didampingi IPDA Aidil Fitriansyah membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku tersebut. Menurutnya, penangkapan terhadap terduga pelaku itu berdasarkan laporan dari pemilik hewan ternak sapi dengan LP/B/ 73 /X/2023/SPKT/Polsek Penukal Abab/Polres Pali/Polda Sumsel, tanggal 27 Oktober 2023. ” Kejadiannya pada Pada hari Rabu tanggal 25 Oktober 2023, sekira pukul 16.00 wib di pinggir sungai di kebun pelapor,” kata Kapolsek Penukal Abab, Selasa (31/10/23). Dikatakannya, Tindak Pidana Pencurian itu berawal, ketika pelapor menggembala ternak sapi sebanyak tiga ekor dipinggir sungai tepatnya di kebun milik pelapor sendiri. Setelah ketiga sapi tersebut diikatkan pemiliknya disebuah kayu, dengan cara ditancapkan ke tanah, kemudian pelapor meninggalkan 3 (tiga) ekor hewan ternak sapi tersebut pulang. Sekitar pukul 16.00 Wib, lanjutnya, pelapor kembali ketempat dimana hewan ternak sapi diikat untuk dibawa pulang, namun sialnya ketika tiba ditempat yang dituju ternyata sapi itu hilang satu, dan diduga dicuri orang. ” Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materiil senilai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan melaporkan kejadian ke Polsek Penukal Abab untuk ditindak lanjuti,” jelasnya. Setelah mendapatkan laporan dari pihak korban, Kapolsek Penukal Abab IPTU ARZUAN, S.H memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Aidil Fitriansyah beserta anggota Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui terduga pelaku Pencuri sapi itu bernama Imam Arifin warga asal Dusun III Desa Betung, dan Team Srigala Unit Reskrim Polsek Penukal Abab langsung melakukan penangkapan. ” Setelah diintrogasi, diduga pelaku ini mengakui bahwa dirinya yang telah melakukan pencurian 1 (satu) ekor sapi di pinggir sungai itu,” ujar Kapolsek lagi. Ditegaskannya, sementara barang bukti berupa sapi tersebut belum sempat dijual oleh terduga pelaku, posisinya masih disembunyikan oleh terduga pelaku yang tidak jauh dari tempat kejadian.[MTahan]
Diduga Tadah Barang Curian, Warga Betung Barat Diringkus Polisi
Satnarkoba Polres PALI Sita 10,05 Gram Sabu dan Belasan Pil Ekstasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kapolres Muratara Berikan Ultimatum Tegas Bagi Penyuling Minyak Ilegal yang Masih Beroperasi
- oleh Admin dibaca dalam: 5 menit