Senin, 04 Maret 2024
Foto: tim investigasi eskoncer langsung turun kelapangan
Foto: tim investigasi eskoncer langsung turun kelapangan

Kabupaten Cianjur diduga jadi tempat pembuangan anak-anak jalanan.

23des

Cianjur,eskoncer.com. Maraknya anak-anak jalanan (Anjal) di kabupaten Cianjur tepatnya di pusat Kota Cianjur Perempatan Lampu merah Jln. Pramuka Karangtengah dan Maleber ” nanti kalau misalnya itu ke ibu kabidlah itu kewenangan beliau yang pertama biasanyakan ini tugas dari satpol PP untuk menjaga ketertiban,keindahan dan keamanan baik itu anak jalanan (Anjal), anak Funk itupun akan dibawa kesini, itupun tidak setiap hari dioperasi. Demikian dikatakan Drs. Ari Prabowo Fungsional Teknis Dinas sosial Kab. Cianjur saat diwawancarai di Kantornya. Selasa (12/9/2023). 

 

Masih dikatakannya ” itu kami tergantung dari operasi Satpol PP nah setelah itu beliau bawa kesini nanti kami akan data kenapa selalu dikembalikan lagi, karenakan dalam hal penangkapan dan penertiban itu tidak sesuai atau tidak pas dengan program pelatihan yang diadakan oleh provinsi, kan disini juga ada kegiatan pembinaan remaja itu dilembang tetapi setiap oprerasi itu tidak bisa menyesuaikan padahal pihak dinsos selalu memberikan arahan kalau bisa operasi itu pada saat pas penerimaan jadi pas didata kitapun bisa mengarahkan langsung kesana. ujarnya.

 

Sebut saja (AM) diduga seorang anak jalanan (Anjal) berasal dari sukabumi yang sudah 3 bulan berada di Cianjur dengan kegiatannya “ngebadut”, AM mengatakan tidak pulang-pulang kesukabumi lantaran sudah tidak memiliki keluarga lagi. Ujarnya saat didatangi awak media di perempatan Lampu merah Jln. Maleber Selasa (12/9/2023).

 

Sementara itu Penertiban anak-anak Jalanan ( Anjal ) juga sudah dilakukan Pihak Satpol PP Kabupaten Cianjur. ” Karena kalau kita mengamankan meraka itu pasti kita koordinasi ke Dinsos. Dinsos endingnya ada penanggulangan masalah Sosial disana. Ujar Drs.Tedy Artiawan.M.Si. Kepala Satpol PP Cianjur. saat ditemui awak media diruangannya. Selasa (12/9/2023)

 

Masih dikatakannya ” Nah Dinsos kan tidak punya anggota buat mengamankan mereka untuk mengajak ke Dinsos mereka suka Koordinasi ke Satpol PP minta bantuan Tenaga penyandang masalah kesejahtraan sosial seperti Anak jalanan ( Anjal ), Pengemis kalau kita amankan juga kita kasih ke Dinsos untuk direhab. Tuturnya.

 

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Yayasan Rumah Pulih Jiwa Rukman Samsudin ” Untuk terkait dengan anak-anak yang dijalanan tanpa bimbingan orang tua itu juga dapat merusak mental anak tersebut,nah apa yang terjadi kerusakan mentalnya seperti dari pergaulan yang bebas, terus penyalahgunaan obat nah itu dapat merusak mental anak tersebut dan itu sudah terjadi ada beberapa dari penyalahgunaan obat dan pergaulan bebas dia menjadi penderita penyandang gangguan jiwa, nah disini pemerintah harus lebih kepada pencegahan jangan sampai anak-anak bangsa ini mereka begitu bebas bergaul dijalanan tentu selain merusak mental juga mungkin tidak nyaman masyarakat”.

 

Masih dikatakannya. ” melihat Fenomona di lampu merah termasuk anak-anak yang berkeliaran bebas tanpa pengawasan orang tua. harapannya lebih ditingkatkan pencegahan empat (4) bulan terakhir ini saya lihat semakin berkembang, nah sebelum berkembang besar harus ada pencegahan sampai mereka itu ditangani secara serius. Pungkasnya.

 

 

( Niko )

23des

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabupaten Cianjur diduga jadi tempat pembuangan anak-anak jalanan.
- oleh Admin dibaca dalam: 5 menit