Bandung Barat, eSKonCer.com, Ke-50 orang anggota DPRD Kab. Bandung Barat (KBB) diketahui bersikeras dibelikan tablet dari uang APBD KBB 2025 ini senilai Rp 1Miliar. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memperingatkan Pemerintah KBB agar menyusun belanja daerah secara cermat dan bertanggung jawab dan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat luas.
“Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pengadaan tidak hanya berorientasi pada kenyamanan internal, tetapi juga mempertimbangkan manfaat luasnya,”kata Dedi usai menghadiri kegiatan di Cimahi, Sabtu (22/6/2025).
Ia juga mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Barat agar menyusun belanja daerah yang terfokus untuk mendukung program-program pembangunan dan pelayanan publik yang nyata. “Saya imbau seluruh bupati dan wali kota agar menyusun anggaran yang benar-benar efektif, tepat sasaran, dan bisa mempercepat pembangunan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPRD KBB, H. Muhammad Mahdi adalah garda terdepan DPRD KBB yang keukeuh atas pembelian 50 tablet mewah untuk anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ramai yang memprotes karena mereka diduga abai terhadap realita. Walaupun ramai diprotes, Mahdi memberikan alasan yang tidak komprehensif. Ia beralasan harga tablet itu lebih “murah” daripada ongkos fotocopy anggota dewan.
Mahdi tampil berbicara saat peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat (KBB), 19 Juni 2025. Saat Ulang Tahun KBB itu, ia dalam sambutannya menekankan pentingnya peran DPRD sebagai jembatan antara rakyat dan kebijakan. Ia menggarisbawahi prinsip keterbukaan dan partisipasi masyarakat sebagai dasar dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.
Walaupun keukeuh beli tablet dan bertolak belakang dengan suara-suara rakyat bersama tokoh publik yang pro rakyat,Mahdi masih percaya diri membela rakyat. “Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar yang harus dijaga dengan etos kerja tinggi,” ujar Mahdi, 19/6/2025.
Di sisi lain, dalam sambutan Upacara Peringatan Hari Jadi KBB ke-18 di Plaza Mekar Sari, Ngamprah, Kamis (19/6/2025), Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung Barat agar memberikan layanan lebih baik lagi bagi masyarakatnya. “Di usia ke-18 ini, mari kita hadiahkan untuk Bandung Barat pelayanan yang lebih baik, kepemimpinan yang lebih jujur, dan masyarakat yang lebih peduli satu sama lain,” kata Jeje.
Namun, setelah pidato-pidato formal dari para pejabat itu berlalu, muncullah suasana yang bertolak belakang. Konsumsi yang dibagikan dalam kemasan kotak mewah ternyata berisi makanan basi dan buah-buahan yang membusuk. Sejumlah tamu mengeluhkan bau tak sedap, nasi yang asam, serta lauk-pauk yang diduga telah melewati batas waktu layak konsumsi. “Saya buka kotaknya, baunya langsung menyengat. Buahnya pun sudah lembek dan hitam. Saya langsung buang,” kata salah satu undangan yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya satu dua, keluhan tersebut terdengar dari berbagai sudut ruangan. Banyak tamu akhirnya membiarkan konsumsi tetap tertutup di kursi mereka, atau dibuang ke tong sampah di luar ruangan.
Media mengonfirmasi bahwa konsumsi tersebut dikemas secara khusus oleh pihak ketiga penyedia katering. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia atau Dinas terkait mengenai pihak penyedia, besaran anggaran konsumsi, serta langkah evaluasi pasca kejadian.
Insiden ini bukan sekedar soal logistik yang buruk. Di tengah acara yang mengusung tema refleksi dan perbaikan tata kelola daerah, makanan basi dalam kotak mewah menjadi simbol nyata ketimpangan antara citra dan realita pelayanan publik. Selamat ulang tahun KBB. Walaupun tahun ini tersaji konsumsi basi dan pidato yang basa-basi, suatu saat Bandung Barat akan semakin hebat .
***/Desmanjon







